The Isle of Pahawang

28-30 Oktober 2016: Pulau Pahawang

Ini adalah pertama kalinya Saya ke wilayah Sumatera. Pulau Pahwang berada di selat sunda, 1 jam perjalanan dari Bandar Lampung. Saya bersama 5 orang teman menggunakan jasa tur open trip. Biayanya IDR 440.000 per orang, dan sewa alat snorkeling IDR 55.000. Titik kumpul di Parkir Timur Senayan dan berangkat jam 22.00 WIB malam. Karena ada 2 orang peserta open trip yang telat datangnya, maka bis yang Kami tumpangi harus menjemput mereka dulu. Kami keluar Jakarta sekitar jam 22.30 WIB dan sampai di Pelabuhan Merak jam 00.00 WIB. Bis Kami berhenti dulu di sebuah minimarket. Kemudian naik kapal feri sekitar jam 01.30 WIB. Kami sampai di Pelabuhan Bakauheni sekitar jam 03.00 WIB. Dari sana Kami langsung menuju ke Dermaga Ketapang, melalui jalur pinggir kota Lampung. Kami sampai di Ketapang sekitar jam 06.00 WIB, sesuai jadwal. Setibanya di sana Kami disuguhi sarapan. Kemudian siap-siap untuk keliling-keliling Pulau Pahawang.

Tempat-tempat yang Kami kunjungi adalah spot snorkeling Tanjung Putus, Pahawang Besar dan Gosongan, Pahawang Kecil dan spot untuk melihat sunset di Kelagian. Kami menggunakan kapal motor dengan jumlah penumpang 15 orang termasuk tour leader, kru kapal dan 10 peserta open trip. Kami sekapal dengan sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia, mereka ber-4. Untuk snorkeling rata-rata kami diberi waktu sekitar 15-25 menit di setiap spot. Salah satu teman Saya tidak bisa berenang dan in pertama kalinya di main di laut, jadi dia minta untuk tidak ditinggal jauh-jauh saat snorkeling, tetapi karena kami semua pakai pelampung jadi menurut saya tidak ada masalah. Ternyata dia beneran panik dan kaget, dia bilang "Panik gue waktu nyebur gak napak apa-apa.", he's so hillarious, justru malah bahaya kalo nyebur tapi bisa napak. Tapi lama-lama dia bisa menikmati kegiatan snorkeling ini walaupun masih takut-takut. Kami tidak memiliki foto-foto underwater karena tidak punya kamera underwater atau action cam.

Di Tanjung Putus pemandangannya lumayan, tapi tidak bagus-bagus amat. Air nya biru tapi tidak jernih jadi visibilitas ke dalam laut tidak begitu jelas. Beberapa terumbu karang sudah mati. Ada ikan-ikan yang berenang agak dangkal membuat snorkeling lebih asik. Dari Tanjung Putus kami ke Pahawang Besar. Tempat itu disebut kampung nemo karena banyak ikan badut yang hidup di sana. Ada spot yang sangat dangkal di ini, permukaan air dan terumbu karangnya sangat dekat, jadi harus hati-hati. Airnya jernih banget, tapi sayangnya di tempat ini juga banyak terumubu karang yang mati. Tidak jauh dari Pahawang Besar, ada spot Gosongan. Di sana di bangun miniatur reruntuhan candi sebagai spot untuk berfoto. Kemudian kami bermain air di Pahawang Kecil. Ini adalah gundukan pasir di tengah laut. Pemandangannya bagus, pasir putih dikelilingi laut biru dan pohon-pohon hijau dari pulau terdekat. Di tempat ini kami memiliki dokumentasi yang cukup karena di daratan.

Pahawang Trip 28-30 Oct 2016 #pahawang #indonesia #travelling

A video posted by Luthfi F. Rahman (@luthfifr) on

Dari Pahawang Kecil Kami beristirahat makan di Pulau Kelagian.Warung yang jual makannya sedikit dan banyak peserta tur yang lain, jadi antriannya cukup lama. Sayangnya waktunya tidak banyak jadi kami tidak bisa melihat pantai di pulau ini yang kata orang pantai terindah di Lampung. Dari Pahwang Kecil kami dibawa untuk melihat sunset dari laut pada saat di jalan pulang ke Ketapang. Setalah seharian tur di laut, kami kembali ke Ketapang untuk check-in di penginapan, bebersih dan istarahat.

Kegiatan di sini tidak banyak, hanya BBQ saat makan malam dan selebihnya kami habiskan untuk nongkrong di warung dan di tempat makan malam. Oh iya, daerah Ketapang ini masih susah listrik, jadi kalau malam hari listrik padam itu sudah hal yang biasa. Tempat hiburan dan fasilitas kesehatan terdekatnya harus menempuh perjalanan darat setengah jam melewati jalanan yang gelap karena tidak ada lampu jalan. Hari berikutnya kami habiskan untuk perjalanan pulang. Berangkat dari Ketapang sekitar jam 09.00 WIB, sampai di Jakarta sekitar jam 21.00 WIB.

Overall, spot snorkeling di sini tidak sebagus di Derawan, tapi masih cukup untuk melepas penat karena cukup dekat dengan Jakarta. Ini bisa menjadi alternatif dari Kepulauan Seribu.

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *