Europe Trip: Persiapan

Eropa...
Apa yang kalian bayangkan jika mendengar kata ini? Kebanyakan dari kita pasti langsung terbayang orang-orang kulit putih yang kita sebut 'bule', kota-kota yang cantik dengan bangunan tua yang tertata rapi dan terawat, kota yang bersih, negara-negara yang maju, dsb. Banyak sekali orang Indonesia yang ingin pergi kesana, mungkin benua eropa adalah destinasi kedua setelah Mekah yang ingin didatangi oleh orang Indonesia.
Alhamdulillah.. beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk berlibur kesana selama 2 minggu. Mulai dari tanggal 12-25 September 2013. Saya ingin berbagi pengalaman saya selama disana. Saya akan memberikan beberapa tips untuk mempersiapkan perjalanan dan selama di perjalanan dan juga harga akomodasi dan transportasi untuk patokan kalian yang akan berlibur ke eropa juga. Cerita tentang pengalaman saya akan saya bagi dalam serial post dengan judul "Europe Trip".

paris_eiffelTower

Rencana untuk berlibur ke eropa ini sudah dibuat oleh orang tua saya dari awal tahun ini. Ibu saya dijadwalkan akan menghadiri seminar di Bercelona pada bulan September ini ditemani oleh ayah saya, kemudian dia membuat ide untuk sekalian berlibur ke beberapa negara di eropa sebelum menghadiri seminar di Barcelona. Saya berlibur ke eropa bersama orang tua saya dan 3 orang sepupu saya, semuanya wanita, jadi hanya saya dan ayah saya saja yang pria di kelompok liburan kami. Tipe perjalanan kami semi-backpacker untuk menghemat biaya. Kami tidak bisa menjadi backpacker beneran karena kalian tahu lah wanita, gak bisa bawa tas cuma 1. Waktu berangkat aja koper-koper mereka udah penuh banget, ditambah lagi nanti mereka bakal belanja barang-barang selama disana, hmmpphh....

Saran saya jika dikelompok liburan kalian ada wanita, entah itu seorang atau beberapa orang, jika kalian ingin berlibur ala backpacker, buat perjanjian dengan mereka hanya boleh bawa tas sesuai yang sudah direncanakan dan tidak belanja yang "aneh-aneh" selama diperjalanan. Apalagi kalau kalian pake budget airlines untuk berpindah kota, jumlah barang bawaan kalian menjadi hal yang krusial karena kalau kalian bawa barang lebih dari yang kalian beli ketika memesan tiket pesawat, kalian harus membeli kuota bgasi tambahan yang harganya mahal sekali! Okay, sekarang mulai dari tahap persiapan. Di liburan kali ini saya akan mengunjungi Inggris, Belanda, Jerman, Switzerland dan Perancis. Maka, saya harus menyiapkan 2 visa yaitu Visa Schengen dan Visa United Kingdom.

Seperti yang sudah diketahui, Visa Schengen adalah visa untuk memasuki wilayah negara-negara yang tergabung dalam Perjanjian Schengen atau yang disebut dengan Schengen Area. Perjanjian Schengen adalah perjanjian tentang izin masuk dengan menggunakan 1 buah surat izin (visa) ke 26 negara yang menanda-tangani perjanjian ini, yang awalnya hanya 10 negara. Perjanjian ini ditanda-tangani di sebuah desa yang bernama Schengen di Luxemburg pada tanggal 14 Juni 1985. Negara-negara yang tergabung dalam Perjanjian Schengen adalah Austria, Belgium, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Italy, Liechtenstein, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Norway, Poland, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden dan Switzerland.

Jadi, kalau kalian ingin mengunjungi beberapa negara yang menjadi anggota perjanjian schengen, kalian cukup bikin 1 visa aja, Visa Schengen, gak perlu bikin satu per satu. Gimana cara bikinnya? Kalian tinggal datang ke KEDUBES terkait atau perwakilannya yang mengurusi tentang pembuatan visa, kemudian ambil formulir Visa Schengen dan minta daftar persyaratan yang harus kalian penuhi. Setelah itu isi formulir dan penuhi syarat-syaratnya, kembalikan formulir dan persyaratannya ke KEDUBES atau kantor perwakilannya dan kemudian tunggu prosesnya selesai. Biasanya kalau visa sudah siap diambil atau ada sesuatu yang harus kalian lampirkan lagi kalian akan dihubungi oleh KEDUBES terkait/kantor perwakilannya.

Kantor perwakilan? apa itu? Sekarang tidak semua kedutaan besar mengurusi pembuatan visa secara langsung. Beberapa menyerahkannya ke pihak ke 3, seperti VFS. Perusahaan ini berkantor di lantai 22 Plaza Asia(ada yang menyebutnya Plaza Abda) yang terletak di jalan Jend. Sudirman, Jakarta(di seberang FX Plaza). Beberapa negara yang pembuatan visanya diserahkan ke VFS, yaitu UK, Spain, Italy, Denmark, UEA, France dan beberapa negara lagi saya lupa. Ada 2 hal penting untuk menentukan dimana kalian akan membuat visa schengen. Pertama, negara apa yang akan kalian kunjungi paling lama? dan jika ada negara yang akan kalian kunjungi durasinya sama, negara apa yang dari salah satu negara tersebut yang kalian kunjungi duluan. Contoh dari pengalaman saya begini: Group kami akan melakukan perjalanan selama 2 minggu, 3 hari di UK, 1 hari di Belanda, 3 hari di Jerman, 3 hari di Switzerland dan 1 hari di Perancis, ditambah perjalanan pergi dari dan pulang ke Indonesia yang memakan waktu nyaris 24 jam, maka totalnya pas 14 hari.

Urutan diatas sesuai dengan yang ada di itinerary kami. Durasi selama di UK gak usah dipedulikan karena pembuatan visanya berbeda. Durasi kunjungan kami di Jerman dan Switzerland sama, 3 hari, jadi saya dan sepupu-sepupu saya bisa bikin visa schengen di antara 2 KEDUBES negara-negara ini. Kemudian lihat urutan kunjungan, kami mengunjungi Jerman terlebih dahulu, maka saya membuat visa schengen di KEDUBES Jerman. Awalnya saya tidak tahu tentang aturan ini, karena membuat appointment untuk menyerahkan pengajuan visa di KEDUBES Switzerland lebih mudah maka saya mendatangi KEDUBES Switzerland. Sesampainya disana, petugasnya baru bilang tentang peraturan kedua untuk membuat visa schengen. Akhirnya saya membuat appointment di KEDUBES Jerman. Jangan melakukan kesalahan yang sama, apalagi bagi kalian yang tinggal diluar Jabotabek dan Bandung, dan kalian bekerja, karena kalian akan mengeluarkan biaya transportasi yang lebih banyak.

Ada yang bilang kalo bikin visa di KEDUBES ini ribet, di KEDUBES itu susah banget, dsb. Sebenarnya tidak ada yang susah atau ribet kalo kalian tanya dengan detil persyaratannya. Tinggal ikutin aja, gak usah ngebantah, pasti lancar urusannya. Kalo ada petugas di KEDUBES nya yang jutek, biarin aja, jangan dilawan, ntar kalian malah dibikin ribet sama orang itu.

Orang tua saya tidak membuat visa schengen di KEDUEBS Jerman seperti saya dan sepupu-sepupu saya, karena urusan mereka dan mereka akan tinggal lebih lama di Spanyol. Total biaya pembuatan visa schegen di VFS Spain adalah Rp 1.007.000,- (Visa fee: Rp 757.000; Logistic fee: Rp 250.000)

Syarat-syarat pembuatan Visa Schengen di KEDUBES Jerman (untuk kunjungan singkat) dan VFS:

KEDUBES Jerman



Syarat Visa Schengen di KEDUBES Jerman (Kunjungan Singkat):
-Menghadap sendiri
-Pasfoto Biometrik(ukuran 3,5x4,5 cm 80% wajah, berwarna dengan latar belakang putih/abu-abu muda)
-Formulir diisi lengkap+tanda tangan pemohon
-Lembar perjalanan Schengen+lembar pernyataan tambahan
-Surat sponsor resmi yang dikeluarkan oleh kantor migrasi di Jerman yang asli dan fotokopi
-Undangan dari Jerman yang tidak resmi, fotokopi pasport dan ijin tinggal pengundang
-Undangan dari mitra bisnis di Jerman
-Invoice, stand confirmation dan bukti pembayaran stand bagi peserta pameran
-Tiket masuk pameran
-Konfirmasi hotel langsung dari hotel di Jerman dengan alamat lengkap dan no. Reservasi termasuk reservasi hotel di negara Schengen lainnya.
-Surat sponsor dan keterangan kerja di Indonesia yang asli
-Surat keterangan dari sekolah/universitas
-Itinerary/Flight Schedule(+fotokopi)
-Asuransi perjalanan(+fotokopi): menanggung paling sedikit 30.000 euro.
-Bukti keuangan pribadi/perusahaan 3 bulan terakhir(+fotokopi)
-Akte perkawinan(+fotokopi)
-Akte kelahiran anak(+fotokopi)
-Akte perceraian(+fotokopi)+keputusan cerai dari pengadilan dengan hak asuh anak(+fotokopi)
-Tandatangan kedua orang tua+KTP kedua orang tua(+fotokopi)
-KITAS/KITAP(+fotokopi)
-Biaya Visa Rp. 830.000,-

VFS



-2 lembar formulir reguler aplikasi visa Schengen, semua kolom diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon Visa - atau, jika umur pemohon kurang dari 18 tahun formulir ditanda tangani oleh orang tua atau wali - (di halaman 3 dan 4) dan foto berwarna latar belakang putih dengan kualitas foto yang baik berukuran 3x4, dengan wajah menghadap kedepan. Tempelkan foto di kanan atas formulir yang sudah disediakan.
-Paspor dengan masa berlaku minimal 3 bulan dihitung dari tanggal habis berlaku visa serta fotokopinya. Paspor harus memiliki minimal dua halaman kosong dan dikeluarkan sepuluh tahun terakhir.
-Paspor yang masih berlaku atau dibatalkan, jika pemohon masih memegangnya.
-Fotokopi identitas pemohon: KTP dan Kartu keluarga (untuk Warga Negara Indonesia).
-Asuransi kesehatan segala resiko selama kunjungan ke wilayah Negara-negara Shengen ditambah 15 hari (masa tenggang yang diterapkan dalam pasal 24 peraturan Visa) berlaku untuk seluruh Negara Schengen dengan nilai minimal 30.000 euros. Asuransi tersebut harus mencakup baik bantuan medis darurat atau perawatan gawat darurat di rumah sakit maupun repatriasi karena alesan kesehatan atau kematian. Karena sebagian besar perjalanan adalah untuk durasi sekitar 2 minggu, Kedutaan Spanyol mengeluarkan visa berlaku selama 1 bulan, 30 hari. Dengan demikian,asuransi perjalanan medis harus berlaku selama 30 hari.
-Bagi pemohon yang berumur kurang dari 18 tahun, diperlukan izin notaris dari kedua orang tua – atau izin dari pemegang hak asuh dalam hal bepergian sendiri atau dari ayah/ibu yang tidak ikut bersamanya. Fotokopi akta kelahiran pemohon yang di bawah umur serta fotokopi kartu tanda penduduk atau paspor orang tua.
-Bukti pemesanan tempat tinggal di Spanyol (persyaratan yang dapat dipenuhi denagn mengajukan dokumen berikut: KONFIRMASI pemesanan hotel dengan tercantum nomor pemesanan/kontrak sewa apartemen atau rumah, surat undangan dari seorang warga Spanyol atau seseorang dengan izin tinggal di Spanyol yang dibuat di kantor Polisi, dll). Untuk selama kunjungan di Spanyol dan di semua Negara Schengen yang akan dikunjungi. (Untuk transit, hanya perlu bukti tempat tinggal apabila terpaksa menginap di Spanyol).
-Jika permohonan Visa dilakukan oleh perwakilan harus diseratkan surat kuasa bermatrai dengan alasan perwakilan dan fotokopi ID/KTP kedua belah pihak.
-Bukti pemesanan tiket pulang pergi di mana tercantum nomor penumpang atau nomor booking dan rute perjalanan.
-Jaminan keuangan: sertifikat kerja dari pemohon dimana tertulis jabatan serta gaji, atau kopi kontrak kerja yang dilegalisir dan slip gaji 3 bulan terakhir; surat keterangan Bank dimana tercantum saldo rekening atau laporan keuangan dengan transaksi 3 bulan terakhir.
-Ketersediaan dana (untuk tahun 2013: minimal 580,77 Euro per orang, jika tinggal lebih lama dari 9 hari, tambahkan 64,53 Euro untuk setiap harinya) pembuktian ketersedian dana: fotokopi kartu kredit pemohon yang disertai fotokopi rekening Koran kartu tersebut (tidak terima cetakan internet); cek pelancong; bukti pembelian valuta asing.
-Untuk semua pelamar WNA izin tinggal di Indonesia yang berlaku minimal 6 bulan terhitung dari tanggal permohonan visa serta fotokopinya.

Kalian tidak bisa berpatokan 100% terhadap rincian yang saya berikan. Setiap negara meminta syarat yang berbeda, kebanyakan point-pointnya sama tapi ada juga yang berbeda, mungkin juga ada peraturan yang sudah berubah. Ada juga point-point yang tidak perlu kalian penuhi, tergantung tujuan kalian. Jadi dikonfirmasikan lagi ke pihak KEDUBES nya sebelum mengajukan permohonan visa. Sedangkan untuk bikin visa UK, persyaratannya tegantung dari jenis visa yang akan dibuat, ada banyak jenisnya, ada visa turis, pelajar, izin tinggal lama, kunjungan bisnis, berobat, dll, persyaratannya berbeda-beda, untuk info lengkapnya liat di website VFS UK di bagian persyaratan. Disini saya akan berikan syarat-syarat untuk visa turis:

-Passport yang masih valid dan passport yang sebelumnya(jika sudah ganti passport)
-Foto passport ukutan 3,5 x 4,5 cm berlatar belakang putih(lihat photo guidance)
-Surat nikah
-Surat keterangan kerja atau pelajar
-Slip gaji
-Bank statement/letter yang menunjukan aktifitas bank account kita selama 6 bulan terakhir
-Itinerary, termasuk bukti bookingan pesawat pulang-pergi dari Indonesia, bukti bookingan hotel, bukti bookingan moda transportasi(kalo mau jalan-jalan keliling UK) dan jasa tour(kalo pake tour).
-Mengisi formulir aplikasi
-Biaya visa Rp 1.440.000,-
-Supproting letter(kalo ada temen disana bisa minta dibuatin ini untuk mempermudah pembuatan visa, kalo gak ada juga gak papa.)

Durasi untuk pembuatan visa UK 14 hari dari hari penyerahan aplikasi dan visa schengen rata-rata 3-4 hari. Untuk membuat appointment, sangat tidak disarankan untuk bikin mepet-mepet dari waktu penyerahan yang kita inginkan. Karena kalian rebutan dengan applicants lainnya untuk membuat appointment. Saran saya buat appointment 2 minggu sebelum waktu yang kalian inginkan. Jika halaman website untuk bikin appointment munculnya error, itu berarti lagi banyak yang buat appointment. Tungguin aja sampe muncul pilihan tanggal untuk bikin appointment-nya. Di VFS UK dan KEDUBES Jerman tiap applicant harus datang sendiri untuk menyerahkan permohonan, sedangkan di VFS Spain bisa diwakilkan oleh orang lain. Ini juga hal yang penting, kalo sudah bikin appointment jangan telat/tidak datang.

Di VFS UK kalian akan di black list kalo gak hadir di waktu janjian. kalo di beberapa KEDUBES untuk bikin visa schengen kalian gak di black list sih. Untuk pengambilan visa bisa diwakilkan oleh orang lain dengan membawa bukti pembayaran (VFS UK dan Spain) dan membawa surat kuasa (KEDUBES Jerman). Setelah semua visa sudah didapatkan, sekarang saatnya packing! Selama perjalanan kemarin, saya hanya membawa 6 pasang baju, 1 buah jaket dan 3 pasang kaos kaki termasuk yang saya pakai untuk berangkat karena disana bisa mencuci. Pada bulan september eropa sudah di akhir musim panas, memasuki musim gugur, jadi anginnya dingin tapi mataharinya masih hangat sekali. Penting untuk memperhatikan kondisi cuaca di negara tujuan kita agar kita tidak salah kostum. Untuk memaksimalkan ruang di dalam koper saya, saya memasukan baju saya ke dalam plastik untuk baju kemudian saya vacum.

europe_persiapan

Selain itu saya juga membawa kamera DSLR, netbook untuk menyimpan foto-foto ketika memory kamera penuh, handphone, passport(jangan sampe ketinggalan nih),

jam tangan, iPod, sunglasses, kamus 3 bahasa(karena orang jerman kebanyakan tidak bisa bahasa inggris, jadi ini akan menolong. Kalo device kalian Galaxy S4 kayaknya gak perlu bawa kamus lagi deh, tinggal pake feature translatornya aja), dompet dan peralatan mandi. Untuk hal yang besifat liquid(parfume, shampoo, sabun, odol, dsb.) jangan bawa lebih dari 100 ml dan di taro di dalam plastik, kalo mau ditaro di tas yang masuk ke cabin pesawat, kalo kalian bawa lebih dari itu bakal disita di migrasi bandara.

Untuk makanan, sebenernya makanan disana cukup murah, sekitar 2-5 euro sekali makan, tapi ada juga sih yang sampe 10 euro kalo porsinya gede banget. Untuk ukuran orang indonesia, menurut saya porsi makanan seharga 2-5 euro itu udah ngeyangin banget. Kalo kalian beli yang seharga 10 euro, mungkin bisa berbagi dengan teman yang lain. Kalo kalian mau sedikit lebih hemat lagi, bawa makan sendiri bisa aja, kayak indomie atau nasi instan, tapi bawa secukupnya aja, jangan sampe kelebihan bawaan cuma gara-gara makanan.

Well, itu semua persiapan yang saya lakukan untuk melakukan perjalanan ke eropa. Walaupun waktu ngurus visanya agak ribet karena belum tahu semua aturannya, tapi worth it lah sama pengalaman yang bakal didapetin. Sekarang tinggal berangkat deh. London, here I come!

---------------------Bersambung pada post berikutnya---------------------

Dipublikasikan di blog sebelumnya pada 28/09/13

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

2 Comments on “Europe Trip: Persiapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *