Europe Trip: Paris, Romantis

25 Sept 2013: This is Paris!

Paris, Ibu kota Perancis ini terkenal sebagai kota yang romantis. Tentu dengan spot yang paling terkenal, Menara Eiffel. Ada hal yang tidak terduga dari kota ini, menurut Kami kota ini bau sekali, seperti bau amis yang kuat. Kami pikir bau itu disebabkan oleh Sungai Seine yang membentang di kota ini. Kami tinggal di sebuah hotel pinggiran kota Paris (lupa nama hotelnya), dari pusat kota sekitar 30 menit dengan menggunakan Metro. Hotelnya enak, bersih, lingkungan sekitarnya juga rapi dan tidak berisik. Kami hanya punya waktu satu hari untuk berjalan-jalan di kota ini, karena hari berikutnya Saya dan sepupu-sepupu sudah harus pulang ke Indonesia, sedangkan orang tua Saya melanjutkan perjalanan ke Spanyol untuk menghadiri suatu pertemuan.

Setelah check-in dan menaruh barang di hotel, Kami langusng menuju ke stasiun Metro lagi untuk menuju ke lokasi Menara Eiffel. Ada satu orang sepupu Saya yang bisa Bahasa Perancis, dia menjadi navigator selama berjalan-jalan di sana. Menara ini sangat besar, jika di lihat dari dekat tidak terlalu menarik. Kita dapat naik ke Menara ini dengan membayar tiket, Saya lupa harganya berapa dan antriannya panjang banget. Cuaca di Paris saat itu panas, tidak seperti di negara-negara yang Kami kunjungi sebelumnya, jadi Kami harus antri panas-panasan. Pemandangan dari atas Menara Eiffel tidak terlalu menarik menurut saya. Tata kota Paris cukup unik dengan Sungai Seine yang membentang. Dari atas Menara Eiffel kita dapat melihat Champ-Elysses yang terkenal.

 

Last day of my trip. #paris #eiffel

A photo posted by Luthfi F. Rahman (@luthfifr) on

Kemudian dari lokasi pusat Menara Eiffel, Kami menuju ke taman yang ada di seberangnya, Jardins du Trocadero. Menara Eiffel terlihat lebih indah dan romantis dari sisi ini, terbukti dari banyaknya pasangan yang piknik di sini. Setelah berfoto dan berkeliling-keliling di sekatar sana, Saya dan seorang sepupu saya berjalan kaki menuju Arch de Triumph yang berjarak sekitar 2 KM.

Itu saja yang saya ingat dari perjalanan selama sehari di Paris ini. Sebenarnya masih banyak tempat-tempat lain yang dapat dikunjungi tapi sayang Kami salah atur itinerary. Seharusnya Kami lebih lama di sini dari pada lebih lama di London. Kami pulang menuju ke Indonesia dari Bandara Charles De Gaulle. Di ruang tunggu Bandara ini ada fasilitas PS4 (yang saat itu belum lama dirilis), disediakan secara gratis bagi para pengunjung. Kami pulang menggunakan maskapai Malaysia Airlines, dengan pesawat Airbus A380. Itu pertama kalinya Saya mencicipi A380, keren dan super duper nyaman. Kami transit di Kuala Lumpur untuk ganti pesawat yang lebih kecil untuk terbang ke Jakarta. It's the end of my europe trip. I hope I can go back there, someday.

Karena semua dokumentasi perjalan di Eropa Saya hilang, jadi saya tidak bisa menceritakan secara detail seperti pada blog post tentang London dan Amsterdam. Saya menggunakan beberapa foto yang sempat Saya upload ke Instagram selama di Eropa.

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *