System on Chip

System on Chip (SoC), terdengar asing bagi kebanyakan orang, apalagi orang awam dalam bidang teknologi. Bagi para tech geeks, computer engineers dan developers aplikasi mobile, kata-kata itu tidak asing lagi. Blog post ini ditujukan bagi semua kalangan, bukan kalangan tertentu saja, jadi akan saya jelaskan apa itu system on chip. Kalian pernah lihat video teardown perangkat-perangkat mobile, seperti di channel Youtube iFixit? Kalian akan melihat banyak sekali chips berukuran kecil dan memiliki fungsi-fungsi tertentu atau malah mencakup beberapa fungsi dalam satu chip. Beberapa contoh produsen SoC adalah Intel, Samsung, ARM, Qualcomm, TSMC, dll. Sekarang pasti kalian sudah ada gambaran mengenai SoC.

Apa itu Embedded System?

Jika berbicara tentang SoC, tidak bisa lepas dari Embedded System. Well, what is that? Dalam bahasa indonesia terjemahannya adalah sistem tertanam. Apa yang ditanam? Tanaman, buah-buahan? Bukan itu, pada embedded system, yang ditanam adalah sebuah program, ditanam pada sebuah programmable hadware untuk melakukan suatu fungsi/tugas tertentu. Programmable hardware bisa berbentuk microcontroller atau microprocessor. Gambar disamping menunjukan skema umum prangkat embedded system.

Pemrograman di microcontroller dilakukan dalam bahasa HEX, bahasa ini akan diubah ke dalam bentuk biner 0 dan 1 agar dapat dipahami oleh microcontroller. Karena menulis program dalam bahasa ini sangat susah, maka dibuatlah bahasa-bahasa tingkat tinggi yang lebih mudah dipahami oleh manusia, seperti C, C++, dll. Program ditulis dengan menggunakan Integrated Development Environment (IDE), lalu di-complie sehingga menghasilkan .hex file. File ini lah yang akan dimasukan ke dalam microcontroller dengan menggunakan alat bernama burner.

System on Chip

Kalian sudah tahu bahwa berdasarkan hukum Moore bahwa jumlah transistor dalam sebuah chip meningkat 2x lipat dalam 1.5 tahun. Apa yang bisa dilakukan dengan kemajuan teknologi ini? Apakah kita bisa menjadikan satu chip dapat mengerjakan banyak fungsi, seperti beberapa chip yang dikombinasikan ke dalam satu chip? Itu lah pertanyaan dasar dibalik konsep System on Chip, dan jawabannya adalah BISA.

Lihat lagi gambar tentang embedded system di atas. Microcontroller terbuat dari silikon, Interface ICs terbuat dari silikon, power & clock distribution terbuat dari silikon. Terdapat kesamaan dari semua hal itu, yaitu sama-sama terbuat dari silikon. Semua yang terbuat dari silikon dapat digabung ke dalam satu chip, dan BOOM! Kita mendapatkan sebuah chip dengan berbagai kemampuan yang setara dengan banyak chip. Kemajuan teknologi dalam chip ini memiliki keunggulan yang pada 3 hal, yang pertama kecepatan. Karena semua sudah berada di dalam satu chip, jaraknya jadi berkurang, maka kecepatan komunikasi antar bagian menjadi lebih cepat, delay dan latency-nya berkurang. Kedua ukuran, jelas karena semua sudah berada di dalam satu chip maka ukurannya hanya menjadi sebesar 1 chip dari yang tadinya mungkin beberapa centimeter untuk sebuah rangkaian dengan beberapa fungsi. Hal ini membuat ongkos bahan baku pembuatan menjadi lebih murah. Tetapi dengan mengecilnya ukuran chip, kompleksitas pembuatan dan pemrogramannya menjadi meningkat. Meningkatnya kompleksitas juga mempengaruhi harga jual chip ini di pasaran. Yang ketiga, menjadi lebih hemat daya.

Silahkan tonton video tentang System on Chip dari Eduvance di bawah ini untuk memahami lebih lanjut.

Apa lagi selanjutnya?

Pilihan 1

Setelah mengetahui tentang System on Chip, kalian dapat melakukan Pilihan 1 dari "Apa Lagi Selanjutnya?" di blog post Bagaimana Komputer Bekerja, yaitu mempelajari bahasa pemrograman tingkat tinggi. Silahkan lihat di halaman tutorial saya tentang tutorial bahasa pemrograman tingkat tinggi yang sedang populer saat ini.

Pilihan 2

Atau kalian dapat mempelajari tentang pemrograman hardware, khususnya pemrograman System on Chip dan berkarier sebagai hardware engineer/developer.

Pilihan 3

Pilihan terakhir kalian adalah "cukup tau aja", move on with whatever you're doing before reading this articles, tell your friends, family dan whoever you want about this. Explore blog post saya yang lain atau lihat-lihat tutorialnya.

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *