Rahasia Presentasi Steve Jobs

Spesifikasi Buku Rahasia Presentasi Steve Jobs

Penulis: Carmine Gallo

Penerbit: The McGraw-Hill Companies, Inc.(EN); Penerbit Erlangga (IN)

Tempat/Tahun Terbit: -/2009 (EN);  -/2011(IN)

ISBN: 978-979-099-321-1

Jumlah Halaman: 222 (Excl. Cover)

Cover: Hard Cover

Steve Jobs (24 Februari 1955-5 Oktober 2011), salah satu co-founder Apple, Inc. adalah penjual paling fenomenal abad ini. Dia dapat menjual produk-produk perusahaan Apple dengan cara yang tidak biasa, sehingga produk-produk tersebut bukan dianggap produk biasa oleh para konsumen tetapi sebagai status sosial. Harga produk-produknya memang tidak murah dibanding kompetitor-kompetitornya yang bermain di jenis produk yang sama, tetapi yang beli juga tidak sedikit. Banyak yang rela mengantri sampai menginap di depan toko-toko Apple demi menjadi orang-orang yang pertama mendapatkan produk Apple di dunia. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Salah satu yang mempengaruhi adalah presentasi Steve Jobs tentang produk-produknya. Di dalam buku ini, Carmine Gallo membeberkan teknik-teknik yang digunakan oleh Steve Jobs pada presentasi-presentasinya yang selalu memukau para audiens. Saya akan memberikan contoh-contoh dari klip video dari YouTube untuk melengkapi penjelasan tentang suatu teknik, sesuai yang disarankan oleh Gallo. 

Saya pertama kali membeli buku ini untuk membantu saya menyiapkan sebuah presentasi akhir untuk mata kuliah Business Presentation (sekitar tahun 2012). Buku ini sangat membantu sekali, dan pada akhirnya saya mendapatkan nilai A untuk mata kuliah tersebut karena berhasil mempraktikan sebagian  teknik-teknik yang dijabarkan dalam buku ini. Saya ingin lebih banyak orang juga terbantu dalam menyiapkan dan membawa presentasinya menjadi lebih persuasif dan menarik. Presentasi adalah salah satu cara komunikasi de facto dalam bisnis. Oleh karena itu sebaiknya kita terus mengasah kemampuan presentasi kita. Berikut ini adalah ringkasan materi dari buku ini.

Babak I: Menciptakan Cerita

Saya membuat mind map (peta pikiran) tentang Babak I ini seperti berikut:

Adegan I: Merencanakan dalam Bentuk Analog

1) Tuliskan naskah presentasi pada selembar kertas sebelum membuat slide-slide presentasi.
2) Rancang cerita untuk presentasi Anda layaknya sebuah drama, sebaiknya ada konflik dan resolusi, pahlawan dan monster, agar presentasi Anda menarik. Sesuaikan juga dengan durasi presentasi yang Anda inginkan.
3) Tidak usah menggunakan bullet dan numbering untuk menunjukkan poin-poin.
4) Caritanya membutuhkan panggung utama.
5) 9 elemen presentasi hebat:

Headline Singkat (<= 140 kata), mudah diinga, ditulis dengan urutan SPO (Subjek-Predikat-Objek), spesifik, menjawab 1 pertanyaan besar, membuat audiens merasa akan mendapatkan manfaat dari mendengarkan hal tersebut dan ulangi secara konsisten (tetapi jangan terlalu sering) dalam presentasi. Headline menarik perhatian audiens dan memberikan alasan bagi mereka untuk mendengarkan lebih jauh. Contoh headline: "Hari ini Apple menciptakan kembali telepon!" Hal ini akan dibahas lebih dalam pada Adegan 4.
Pernyataan Penuh Gairah Sampaikan presentasi Anda dengan penuh gairah dan tunjukan kepercayaan penuh terhadap apa yang akan Anda sampaikan pada presentasi Anda. Hal ini akan dibahas lebih dalam pada Adegan 3.
Tiga Pesan Kunci Sampaikan 3 pesan penting dalam presentasi Anda, jangan lebih karena kebanyakan audiens tidak akan mengingat lebih dari 3 hal utama dalam presentasi Anda. Buat pesan-pesan ini mudah diingat. Hal ini akan dibahas lebih dalam pada Adegan 5.
Metafora dan Analogi Gunakan metafora dan analogi untuk menjelaskan sesuatu yang berbau teknis kepada para audiens yang kebanyakan adalah orang awam di bidang Anda. Metafora adalah sebuah kata atau frase yang menjabarkan satu hal dan digunakan untuk menjelaskan hal yang lain untuk perbandingan. Contoh metafora: "Makna komputer bagi saya adalah perangkat yang paling mengagumkan yang pernah kita miliki. Ini sama artinya dengan sepeda untuk otak kita." Analogi adalah perbandingan antara dua hal yang berbeda untuk menyoroti kesamaan/kemiripan antara keduanya. Kedua hal ini juga membuat presentasi Anda lebih menarik. Contoh analogi: Mikroprosessor adalah otak komputer Anda.
Demonstrasi Steve Jobs membagi perhatian yang diterimanya di panggung dengan para karyawan, partner dan produk.
Sering Anda lihat dalam setiap presentasinya yang memungkinkan dia mendemokan produknya di atas panggung. Dengan cara ini dia dapat memberi tahu para audiens tentang hal-hal terhebat dari produknya.
Partner Jobs juga sering berbagi panggung dengan para karyawan dan partner-partner yang menguntungkan bagi Apple. Contohnya dalam presentasi iPod versi Bono, Jobs menampilkan Bono di panggung. Kemudian saat memperkenalkan iMac dan MacBook dengan prosesor Intel, Jobs menampilkan CEO Intel yang mengenakan konstum khas lab Intel dan membawa prosesor Intel di atas panggung. Saat Microsoft membantu Apple dengan menginvestasikan sejumlah uang dan membuat Microsoft Office untuk Mac, Jobs menampilkan Bill Gates di panggung melalui video conference.
Bukti dari Pelanggan dan Rekomendasi Dari Pihak Ketiga Peluncuran produk yang sukses biasanya mengikutsertakan sejumlah pelanggan yang terlibat dalam versi beta-nya dan orang-orang yang dapat menjamin produk tersebut.
Klip Video Jobs juga sering menampilkan video iklan-iklan produk, tentang para karyawannya yang berbicara bahwa mereka sangat menikmati membuat suatu produk dan testimoni pelanggan saat presentasi.
Properti Pelengkap Saat memperkenalkan MacBook Unibody, yaitu MacBook yang diukir pada selembar alumunium, setelah Jobs membahas proses manufakturnya para karyawan Apple membagikan contoh-contoh frame tersebut kepada audiens agar mereka dapat melihat dan merabanya sendiri.

Presentasi Steve Jobs mengikuti program klasik 5 poin dari Aristoteles untuk menciptakan sebuah argumentasi yang persuasif:
1) Sampaikan sebuah cerita atau pertanyaan yang membangkitkan minat audiens.
2) Lemparkan pertanyaan atau masalah yang harus dipecahkan atau dijawab.
3) Berikan sebuah solusi dari masalah yang Anda lemparkan.
4) Jelaskan manfaat spesifik jika memakai serangkaian tindakan yang dijabarkan dalam solusi Anda.
5) Berikan saran untuk bertindak. Bagi Steve, kalimatnya sesederhana ini: "Now go out and buy one!"

Berikut ini adalah contoh video saat Steve Jobs memperkenalkan iPhone. Salah satu presentasi Steve Jobs yang paling fenomenal. Walaupun waktunya agak lama, tontonlah video ini. Anda akan mendapatkan gambaran mengenai penjabaran pada Adegan I ini dan seluruh hal yang dibahas pada buku ini, gambaran tentang bagaimana Steve Jobs melakukan presentasi.

Adegan II: Menjawab Satu Pertanyaan yang Paling Penting

1) Tanyakan kepada diri Anda sendiri, "Mengapa pendengar saya harus perduli pada gagasan/informasi/produk/jasa ini?" Jika ada satu hal saja yang Anda ingin dapat dibawa pulang oleh pendengar Anda, apakah itu? Berfokuslah pada penjualan manfaat di balik produk. Contohnya saat Steve Jobs memperkenalkan transisi prosesor dari PowerPC ke Intel. Hal ini sangat tidak disukai oleh sebagian besar pengambang dan bagi para pelanggan hal ini tidak begitu mereka pedulikan, tetapi pada presentasinya dia langsung menjawab satu pertanyaa besar bagi mereka, "Mengapa saya harus peduli?" Perhatikan pada video berikut ini.

2) Buat lah satu hal (jawaban poin 1 di atas) sejernih mungkin dan ulangi paling tidak dua kali sepanjang percakapan atau presentasi. Hilangkan istilah-istilah teknis dan jargon untuk meningkatkan kejernihan pesan Anda. Berikut ini adalah contoh-contoh Jobs saat menjual "manfaat" produk-produknya dalam presentasi.

7 Januari 2003-Presentasi Aplikasi Keynote: "Memakai Keynote bagaikan mempunyai departemen grafis profesional yang menciptakan slide-slide Anda. Ini adalah aplikasi yang tepat ketika presentasi Anda benar-benar berarti."

12 September 2006-iPod Nano 2G: "iPod nano yang baru ini memberikan lebih banyak apa-apa yang digemari pada iPod kepada para penggemar musik--kapasitas penyimpanan yang dua kali lebih besar dengan harga yang sama, masa hidup baterai selama 24 jam yang luar biasa, dan desain alumunium yang cantik dalam 5 pilihan warna."

15 Januari 2008-Jasa backup Time Capsule untuk Macs yang menjalankan OS Leopard: "Dengan Time Capsule, semua foto, film dan dokumen berharga Anda akan otomatis terlindungi dan sangat mudah dipanggil kembali seandainya sempat hilang."

9 Juni 2008-iPhone 3G: "Hanya setahun setelah meluncurkan iPhone, kami meluncurkan iPhone 3G yang baru. Ini dua kali lebih cepat dengan harga setengahnya."

9 September 2008-Fitur Genius untuk iTunes: "Genius mengotomatiskan pembuatan playlist dari lagu-lagu dalam library musik Anda yang akan selaras jika diputar bersama, hanya dengan satu klik."

3) Pastikan satu hal itu konsisten di seluruh kolateral pemasaran Anda, termasuk press release, halaman website dan presentasi. Berikut ini adalah contoh-contoh press release yang salah dan apa yang harus diperbaiki.

"Perusahaan X mengumumkan hari ini bahwa perusahaan tersebut telah menandatangani perjanjian distribusi eksklusif dengan Perusahaan Y. Dalam perjanjian ini, Perusahaan X akan menjadi distributor ekskluisf nasiondal dari Merek Y, pelumas mesin diesel." Nah, siapa yang peduli? Saya berharap dapat menceritakan kepada Anda bagaimana perjanjian distribusi yang baru itu memberi manfaat kepada semua orang, termasuk pemegang saham. Namun saya tidak dapat karena sisa press release tersebut tidak pernah menjawab pertanyaan itu secara langsung.

"Perusahaan X telah diberi penghargaan Rantai Restoran Pizza Terbaik Tahun Ini pada tahun 2008 oleh Pizza Marketplace." Press release ini mengatakan bahwa kehormatan ini diberikan setelah rantai restoran ini menghasilkan profit yang konsisten, pengingkatan penjualan pada toko yang sama selama enam kuartal, dan tim manajemen yang baru. Nah, jika rantai resto ini menawarkan diskon spesial bagi para pelanggannya untuk merayakan penghargaan ini, barulah bernilai berita, tetapi press release ini tidak menyebutkan apa-apa yang membedakan resto ini dengan ribuan resto pizza yang lain. Jenis press release ini jauh di bawah kategori "lihatlah kami"--pengumuman yang tidak ada artinya bagi orang lain kecuali para eksekutifnya.

Adegan III: Mengembangkan Sebuah Misi Tujuan

1) Gali dalam-dalam untuk mengidentifikasi gairah sejati Anda. Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Apa yang sebenarnya saya jual?" Berikut petunjuknya: produknya tidaklah penting, tetapi yang penting adalah apa yang dapat dilakukan produk tersebut untuk meningkatkan kualitas kehidupan pelanggan Anda. Yang Anda jual adalah mimpi untuk memperoleh hidup yang lebih baik. Sekali Anda dapat mengindentifikasi giarah sejati Anda, sebarkanlah dengan penuh semangat.
2) Kembangkan sebuah "pertanyaan gairah" pribadi. Dalam satu kalimat, katakan kepada prospek Anda mengapa Anda secara tulus bersemangat untuk bekerja bersama mereka. Pertanyaan gairah Anda akan diingat lama setelah pertanyaan misi perusahaan dilupakan. Contohnya adalah pertanyaa Steve Jobs untuk mengajak John Sculley bergabung ke Apple: "Apakah Anda ingin menghasbiskan sisa hidup Anda dengan menjual air bergula atau Anda ingin memperoleh peluang untuk mengubah dunia?".
3) Jika Anda ingin menjadi pembicara yang dapat memberi inspirasi teteapi Anda tidak mencintai pekerjaan Anda, pertimbangkanlah untuk berubah. Setelah mewawancarai ribuan pemimpin yang sukses, saya dapat memberi tahu Ana bahwa, sementara mungkin saja sukses secara keuangan dalam pekerjaan yang Anda benci, Anda tidak akan pernah menjadi komunikator yang memberi inspirasi. Gairah--sebuah pesan dari langit untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

Adegan IV: Menciptakan Headline Mirip Twitter

1) Ciptakan headline Anda, yaitu pernyataan visi satu kalimat untuk perusahaan, produk atau jasa Anda. Headline adalah apa yang dapat membujuk Anda untuk membaca suatu cerita di koran, majalah, atau blog. Headline yang efektif adalah yang ringkat, yaitu memiliki 140 karakter atau kurang (sekitar 10 kata atau kurang), spesifik, menawarkan manfaat personal bagi pelanggan dan menjawab satu pertanyaan besar pelanggan, yaitu "Kenapa saya harus peduli?".

2) Secara konsisten ulangi headline dalam pembicaraan dan materi pemasaran Anda: presentasi, slide, brosur, kolateral, press realease dan website. Berikut ini adalah contoh konsistensi Jobs mengulang headline untuk produk-produknya:

Headline Sumber
"Apakah MacBook Air itu? Dalam satu kalimat, itu adalah notebook paling tipis sedunia." Presentasi keynote
"Notebook paling tipis sedunia." Kata-kata di slide Jobs
"Ini adalah MacBook Air. Ini adalah notebook paling tipis sedunia." Mempromosikan notebook baru dalam wawancara dengan CNBC segera setelah presentasi keynote-nya
"Kami memutuskan untuk membuat notebook paling tipis sedunia." Referensi kedua tentang MacBook Air dalam wawancara dengan CNBC yang sama
"MacBook Air. Notebook paling tipis sedunia." Tagline yang menyertai foto sepenuh layar dari produk baru ini di homepage Apple
"Apple Memperkenalkan MacBook Air--Notebook Paling Tipis Sedunia." Press release Apple
"Kami membuat notebook paling tipis sedunia." Kutipan Steve Jobs dalam press release Apple

3) Ingat, headline Anda adalah sebuah pernyataan yang menawarkan sebuah visi masa depan yang lebih baik kepada audiens Anda. Pernyataan ini bukan mengenai Anda. Ini tentang mereka (Customer's point of view). Berikut ini adalah contoh headline produk-produk Apple.

Produk Headline
iTunes (2009) "The new iTunes store. All songs are DRM-free."
Keluarga komputer MacBook (2008) "The industry's greenest notebooks."
The 4G iPod Nano (2008) "The world's most populer music player made even better."
iPhone 3G (2008) "iPhone 3G. Twice as fast as half the Prince."
iLife '08 (2007) "It gives Mac users more reasons to love their Mac and PC users more to switch."
iPhone (2007) "Apple reinvents the phone."
MacBook Pro (2006) "The speed and screen of a professional desktop system in the world's best notebook design."
Safari (2003) "The fastest browser on the Mac and many will feel it's the best browser ever created."
iMac (1998) "The excitement of the Internet. The simplicity of Macintosh."
MacBook Air (2008) "The World's Thinnest NoteBook."
GarageBand (2004) "A major new Pro music tool."
iPod (2001) "One thousand songs in your pocket."

Adegan V: Menggambar Peta Pejalanan

1) Peta perjalanan biasanya diberi kerangka dalam kelompok 3 (aturan 3). Bisa lebih dari 3 tetapi harus dibawah 5. Sebuah presentasi dibagi menjadi 3 adegan, sebuah deskripsi produk menjadi 3 fitur, dan sebuah demo produk menjadi 3 bagian. Tontonlah video peluncuran MacBook Air dan iPod berikut ini untuk memahami tentang aturan 3 ini dan peta perjalanan serta pelajaran-pelajaran lain dari setiap adegan yang dijelaskan pada buku ini, seperti headline, berbagi panggung, gairah, dll.


2) Buatlah semua daftar poin penting yang Anda inginkan agar diketahui oleh para audiens tentang produk, jasa, perusahaan atau misi Anda.

3) Kategorikan daftar tersebut hingga Anda hanya menyisakan 3 poin pesan utama. Kelompok berisi 3 hal ini akan menyediakan peta perjalanan verbal untuk presentasi Anda.

4) Di bawah setiap 3 pesan penting Anda tadi, berikanlah perangkat retoris untuk memperkuat narasinya. Ini dapat berupa sejumlah atau semua hal berikut ini: cerita pribadi, fakta, contoh, analogi, metafora dan testimoni pihak ketiga. Contoh lainnya tentang aturan 3 ini adalah saat Steve Jobs memberikan pidato kelulusan di Stanford University pada tahun 2005.

Adegan VI: Memperkenalkan Tokoh Antagonis

1) Otak kita mencari makna sebelum mencari detail. Maka, mulailah dengan gagasan kunci dan dengan cara yang berurutan, bentuklah detailnya di seputar ide besar itu. Berkenaan dengan materi pada adegan ini, berikut ini adalah iklan Mac pada tahun 1984 yang memperkenalkan IBM sebagai tokoh antagonisnya pada sebuah presentasi. Ini adalah iklan yang paling fenomenal.

2) Perkenalkan antagonisnya sejak awal presentasi. Kita harus selalu mengungkapkan masalah sebelum mengungkapkan solusinya. Kita dapat melakukannya dengan melukiskan sebuah gambaran jelas mengenai kesulitan-kesulitan pelanggan. Tetapkan masalahnya dengan bertanya, "Mengapa kita memerlukannya?" Sebagai contoh lihat video peluncuran iPhone pada tahun 2007 di atas pada bagian perkenalan fitur touchscreen iPhone, pada menit ke 3:40 sampai 7:40.

3) Luangkan sejumlah waktu untuk menggambarkan masalahnya secara detail. Buatlah masalah itu menjadi nyata. Jadikan kesulitannya terlihat.

4) Ciptakanlah kata-kata pembuka pamungkas yang dapat diucapkan dalam waktu 30 detik bagi produk Anda dengan memakai metode 4 tahap, yaitu: a) Apa yang Anda lakukan?; b) Masalah apa yang akan Anda pecahkan?; c) Apa yang membedakan Anda dengan yang lain?; d) Mengapa saya harus peduli?. Beri perhatian khusus pada pertanyaan poin b), ingat, tidak ada orang yang peduli tentang produk Anda. Orang hanya peduli pada pemecahan masalah mereka.
Contoh: "LanguageLine adalah penyedia jasa penerjemah telepon terbesar di dunia untuk perusahaan-perusahaan yang ingin berhubungan dengan para pelanggannya yang tidak berbahasa inggris [apa yang dilakukan]. Setiap 23 detik, seseorang yang tidak bisa berbahasa inggris memasuki negara ini [masalanya apa]. Ketika ia menelepon rumah sakit, bank, perusahaan asuransi atau 911, kemungkinan besar seorang penerjemah LanguageLine menerima teeponnya [apa yang membedakannya]. Kami membantu berbicara dengan para pelanggan, pasien atau prospek penjualan Anda dalam 150 bahasa [mengapa Anda harus peduli]."

Adegan VII: Menyambut Datangnya Sang Pahlawan

1) Pada iklan 1984 di atas, lihatlah bagaimana Jobs memperkenalkan pemeran antagonis (IBM) dan sang pahlawan (Apple dengan Machintos-nya) dalam durasi iklan 30 detik.

2) Jelaskan kondisi industri (atau kategori produk) pada saat ini, diikuti dengan visi kita dimana seharusnya visi itu berkembang/berubah.

3) Begitu Anda menciptakan tokoh antagonis (masalah yang dihadapi pelanggan), jelaskan dengan bahasa yang jelas dan sederhana bagaimana perusahaan, produk atau jasa Anda menawarkan solusi bagi masalah tersebut.

4) Lihatlah video kompilasi kampanye iklan "Get a Mac" berikut ini. Bandingkan dengan kampanye balasan yang diberikan oleh Microsoft, "I'm a PC". Dapatkah Anda melihat perbedaan yang jelas di antara kedua kampanye tersebut? Petunjuk untuk Anda, ini tentang pemeran antagonis dan pahlawan dalam satu panggung.




5) Ingat, Steve Jobs yakin bahwa kecuali jika Anda mempunyai girah mendalam mengenai masalah yang ingin Anda luruskan, Anda tidak akan mempunyai ketekunan untuk terus bertahan.

Jeda I: Ikuti Aturan 10 Menit

1) Dalam waktu 10 menit audiens akan bosan.

2) Dalam waktu 30 menit Anda dapat melakukan demo, mengundang partner pembicara ke atas panggung atau memainkan video iklan, agar audiens Anda tidak merasa bosan.

3) Tontonlah kedua video peluncuran iMac berikut ini pada tahun 1984 dan 1998. Coba lihat perbedaan dari gaya presentasi Steve Jobs, menurut kalian apakah banyak perubahan?


Babak II: Menciptakan Pengalaman

Saya membuat mind map (peta pikiran) tentang Babak II ini seperti berikut:

Adegan VIII: Salurkan Zen dalam Diri Mereka

1) Seni Zen mengajari kita bahwa sangat mungkin untuk menyatakan keindahan luar biasa dan menyampaikan pesan yang kuat melalui penyederhanaan. Kesederhanaan adalah sebuah konsep terpenting dalam semua desain Apple, termasuk saat mendesain slide-slide presentasi.

2) Slide yang berisi kata-kata yang panjang akan mengalihkan perhatian audiens dari kita sebagai pembicara.

3) Jangan menggunakan bullet pada slide presentasi. Gantikan dengan gambar dan sedikit kata-kata untuk menyampaikan gagasan. Gambar dan kata-kata dalam setiap slide harus saling terintegrasi. Hal ini sesuai dengan konsep Efek Superioritas Gambar (Picture Superiority Effect/PSE).

4) Gunakan Prinsip Representasi Multimedia untuk membuat slide-slide presentasi yang menarik: 1) Prinsip Berdampingan: presentasikan kata-kata dan gambar yang berhubungan secara berdampingan; 2) Prinsip Pembagi Perhatian: Presentasikan kata-kata (penjelasan) sebagai narasi suara dan bukan sebagai teks visual di layar; 3) Prinsip Koherensi: Presentasi yang lebih pendek dengan informasi yang lebih relevan akan lebih konsisten dengan teori belajar kognitif.

4) Fokuslah pada 1 tema pada setiap slide.

5) Gunakan juga bahasa yang sederhana dalam penyampaian gagasan, hindari istilah-istilah teknis. Lihat contoh-contoh bahasa yang sederhana (bahasa inggris) pada website Plain English Campaign.

6) Tontonlah event "Let's rock" dari Apple di bawah ini untuk melihat salah satu dari contoh nyata kesederahaan yang digunakan Steve Jobs dalam presentasinya.

7) Jangan takut menggunakan ruang kosong dalam slide. Ruang kosong menyiratkan keanggunan, kualitas dan kejernihan.

8) Berikut ini adalah perbandingan antara slide amatir dengan slide yang dibuat oleh Jobs.

Adegan IX: Dandani Angka-angkanya

1) Gunakan data untuk mendukung tema kunci presentasi. Ketika melakukannya, pertimbangkan dengan cermat angka-angka yang akan kita presentasikan. Jangan bebani audiens kita secara berlebihan dengan terlalu banyak angka.

2) Buat angka pada datanya spesifik, relevan dan kontekstual. Dudukan angka tersebut ke dalam konteks yang relevan dengan kehidupan pendengar. Contoh: 1) Apa arti 8GB pada iPod original yang ukurannya sangat kecil (muat masuk ke dalam saku celana)? Itu artinya 1000 lagu dalam saku audiens; 2) Apa arti kecepatan jaringan 3G pada iPhone 3G? Jaringan 3G 2,8 kali lebih cepat dibandingkan jaringan EDGE, dapat membuka website dalam waktu 21 detik, sedangkan pada jaringan EDGE butuh waktu 51 detik. Ditambah Apple memberikan bonus kepada para penggunanya dengan menurunkan harganya. Jadi menurut Jobs, para konsumen akan memperoleh telepon yang 2 kali lebih cepat dengan harga separuhnya; 3) Apa arti 30GB pada iPod 2G? Jelas itu lebih besar dari 8GB, tetapi penjelasan yang lebih relevan dan spesifik adalah seperti yang dikatakan Steve Jobs dalam presentasi peluncuran iPod 2G, yaitu kapasitas penyimpanan 30GB dapat menyimpan 7.500 lagu, 25.000 foto atau 75 jam video. Sangat relevan dengan para konsumennya yang ingin mendapatkan akses kepada musik, foto dan video sambil jalan.

3) Gunakan perangkat retorika seperti analogi untuk mendandani angka-angka tersebut. Semakin besar angkanya, semakin dibutuhkan perangkat retorika untuk menjelaskannya. Contohnya untuk menjelaskan pangsa pasar Apple yang stuck pada 5% di USA pada tahun 2003, Jobs berkata: "Pangsa pasar kami lebih besar dari pada BMW atau Mercedes dalam industri mobil. Meskipun demikian, tidak ada yang berpikir bahwa BMW atau Mercedes akan bangkrut dan tidak ada yang berpikir mereka berada dalam posisi yang tidak menguntungkan karena pangsa pasar mereka. Bahkan, kedua mobil tersebut merupakan produk dan merek yang sangat diminati."

4) Dalam industri apa pun, angka yang kita kemukakan tidak akan berdampak besar pada audiens kecuali jika kita membuatnya bermakna.

Adegan X: Gunakan Kata-kata "Luar Biasa (Insanely ...)"

1) Sederhanakanlah bahasa Anda. Hilangkan bahasa yang berlebihan, kata-kata canggih dan istilah-istilah teknis/jargon. Berikut ini contoh kata-kata Jobs (MacWorld) vs Gates (CES) pada tahun 2007, di bawahnya ada nilai perbandingan kompleksitas bahasa yang digunakan mereka yang diukur melalui website usingenglish.com:

Penjelasan indikator penilaian di atas: 1) Jumlah rata-rata kata per kalimat; 2) Kepadatan Leksikal: seberapa mudah atau seberapa sulitnya pembacaan sebuah teks. Teks dengna kepadatan yang rendah akan lebih mudah dipahami. Dalam hal ini, persentase yang lebih rendah itu lebih baik; 3) Kata-kata sulit: rata-rata jumlah kata dalam sebuah kalimat yang mengandung lebih dari tiga suku kata. Dalam hal ini, semakin tinggi persentasenya lebih buruk karena hal ini mengimplikasikan semakin banyak "kata-kata sulit" dalam teks yang kurang dapat dipahami oleh pembaca biasa; 4) Indeks fog: secara teoretis adalah jumlah tahun pendidikan yang diperlukan oleh seorang pembaca untuk memahami teks tersebut. Contohnya New York Times mempunyai peringkat fog 11 atau 12, sementara sejumlah dokumen akademis mempunyai peringkat fog 18. Gampangnya, indeks fog berarti bahwa kalimat pendek yang ditulis dalam bahasa inggris sederhana akan menerima skor yang lebih baik dari pada kalimat yang ditulis dalam bahasa yang kompleks.

2) Bersenang-senanglah dengan kata-kata. Boleh saja menyatakan antusiasme produk Anda dengan kata-kata yang bombastis dan deksriptif, seperti "insanely great", "revolutionary product", dll. Contoh: "Apple memicu revolusi komputer personal pada tahun 1970-an dengan Apple II dan merevolusi komputer personal dengan Macintosh. Hari ini, Apple berlanjut memimpin inovasi dalam industri dengan komputer-komputer yang memenangkan penghargaan, sistem opertasi OS X dan iLife dan aplikasi profesional. Apple juga merupakan ujung tombak dalam revolusi media digital dengan musik portabel, dan video player iPod, dan toko online iTunes, dan telah memasuki pasar telepon genggam dengan iPhone yang revolusioner."

3) Kata-kata yang dipakai Jobs untuk mengumumkan sebuah produk baru mempunyai 3 karakteristik: 1) Simple: Bebas jargon dan sedikit suku kata; 2) Konkret: kelompok kata yang sangat spesifik. Pendek dan merupakan deskripsi yang nyata dan bukan diskusi yang panjang dan abstrak; 3) Emosional: kata-kata sifat yang deskriptif.

Adegan XI: Berbagi Panggung

1) Sebelum merilis produk atau jasa baru, pastikan bahwa ada pelanggan-pelanggan yang dapat Anda minta untuk mengujicoba produk tersebut dan dapat mendukung pernyataan Anda mengenai produk tersebut. Ulasan media juga bermanfaat, terutama dari media dengan reputasi terkenal atau dari blog yang populer. Tontonlah video peluncuran Mac OS X Leopard yang menyertakan testimoni dari berbagai majalah terkenal pada presentasinya.

2) Masukkanlah kesaksian ke dalam presentasi Anda.

3) Ucapkanlah terima kasih di depan publik untuk karyawan, mitra kerja dan pelanggan Anda. Dan lakukanlah sesering mungkin. Jobs biasa melakukan ini di akhir presentasinya.

Biasanya Steve berbagi panggung dengan rekan-rekan sekantornya saat menjelaskan suatu produk di atas panggung.

Berikut ini adalah contoh video saat Steve Jobs berbagi panggung Bill Gates pada 1997 via telepon satelit.

Berikut ini adalah contoh video saat Steve Jobs berbagi panggung dengan CEO Intel.

Ia bahkan berbagi panggung dengan dirinya sendiri!

Adegan XII: Hiasi Panggung Presentasi Anda dengan Properti

1) Buat demo produk kita menyenangkan bagi seluruh jenis pembelajar: a) Visual: Masukan banyak gambar dan sedikit teks dalam slide-slide presentasi Anda, jangan jejali terlalu banyak teks; b) Auditori: tipe pembelajar ini mengambil manfaat dari teknik verbal dan retorika. Ceritakan pengalaman pribadi dan contoh-contoh nyata untuk mendukung pesan penting kita; c) Kinestetik: libatkan tipe pembelajar ini dalam demo Anda, seperti saat Jobs membagikan kerangka alumunium kepada audiens pada perkenalan MacBook Unibody.

2) Fokus pada 1-2 hal dari produk kita saat melakukan demo produk.

3) Menurut Metode 5S Kawasaki (Guy Kawasaki) ada 5 hal yang membuat demo produk itu baik: 1) Short: demo yang baik tidak menghabiskan waktu audiens; 2) Simple: demo yang baik itu mudah dipahami. Sampaikan 1-2 hal dalam satu demo; 3) Sweet: demo yang baik menampilkan fitur terpanas dan paling membedakan produk Anda dengan produk pesaing; 4) Swift: demo yang baik itu bertempo cepat. Jangan lakukan apapun yang lebih dari 15 detik; 5) Substantial: demo yang baik jlas memperlihatkan bagaimana tawaran produk kita menawarkan solusi pada masalah nyata yang dihadapi oleh audiens.

Adegan XIII: Ungkapkan Momen yang Mengejutkan

1) Rencanakan sebuah momen yang mengejutkan. Contohnya saat Jobs mengeluarkan MacBook Air dari amplop manila untuk menunjukan betapa tipisnya notebook tersebut dengan layar dan keyboard berukuran penuh.

2) Tuliskan naskah untuk momen itu. Bangunlah momen besar itu sebelum menyajikannya ke depan audiens. Seperti halnya sebuah novel yang bagus tidak akan mengungkapkan seluruh alur cerita di halaman pertama, drama tersebut harus dibangun ke dalam presentasi Anda.

3) Latihlah penciptaan momen besar tersebut. Jangan membuat kesalahan dalam membuat pengalaman yang tak terlupakan dan menjadikannya mengejutkan karena Anda tidak terlatih.

Jeda II: Schiller Belajar dari yang Terbaik

Phil Schiller adalah orang yang sering menggantikan Steve Jobs untuk presentasi jika Jobs tidak dapat memberikan presentasi. Perhatikan bagaimana Schiller melakukan semua yang dilakukan Jobs saat presentasi. Berikut ini adalah presentasi Schiller pada acara MacWorld 2009, dimana dia membawakan presentasi ini dari awal sampai akhir.

Babak III: Memoles dan Melatih Diri

Adegan XIV: Kuasai Panggung

1) Berikan perhatian pada bahasa tubuh Anda. Jagalah kontak mata, postur tubuh yang terbuka, dan gunakan isyarat tangan pada saatnya. Jangan takut untuk memakai tangan Anda. Riset menunjukkan bahwa isyarat merefleksikan pemikiran yang kompleks dan memberian keyakinan dari pendengar kepada pembicaranya. Jangan terlalu banyak membaca naskah. Sebagai contoh negatif dari tidak melakukan poin ini adalah saat Stan Sigman (mantan CEO Cingular) berbicara pada peluncuran iPhone tahun 2007. Lihat video peluncuran iPhone di atas pada waktu ke 1:07:26 - 1:14:13.

2) Variasikan penyampaian vokal Anda dengan menambahkan infleksi (nada suara) ke dalam suara Anda, menaikkan dan menurunkan volume suara Anda, serta mempercepat dan memperlambatnya. Juga, berikan ruang bernapas bagi kandungan presentasinya. Berikan jeda. Tidak ada yang lebih dramatis daripada jeada yang dirancang dengan baik.

3) Rekam diri Anda sendiri. Perhatikan bahasa tubuh Anda, dan dengarkan penyampaian vokal Anda. Melihat diri Anda sendiri di video adalah cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan presentasi Anda.

Adegan XV: Buatlah Seolah Tanpa Usaha

1) Latihan, latihan, dan latihan lebih banyak lagi. Jangan terima apa adanya. Periksalah setiap slide, setiap demo dan setiap pesan penting. Anda harus tahu persis apa yang akan Anda katakan, kapan Anda mengatakannya, dan bagaimana Anda akan mengatakannya.

2) Rekamlah presentasi Anda. Belanjakan sejumlah uang untuk membeli kamera video dan rekam diri Anda. Anda tidak perlu merekam seluruh presentasinya. Lima menit pertama sudah cukup untuk memberikan banyak informasi kepada Anda. Carilah bahasa tubuh atau kebiasaan verbal yang buruk atau kata-kata penambal yang mengganggu perhatian. Jika mungkin, cermatilah video tersebut dengan orang lain.

3) Gunakan metode keranjang untuk mempersiapkan diri mengahdapi pertanyaan-pertanyaan sulit: 1) Identifikasilah pertanyaan yang paling umum yang kemungkinan besar akan ditanyakan; 2) Masukkan pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam "keranjang-keranjang" atau kategori. Biasanya ada 7 kategori yang akan ditanyakan; 3) Siapkan jawaban terbaik Anda untuk setiap kategori; 4) Dengarkan pertanyaan dengan seksama, dan identifikasilah sebuah kata kunci yang akan membantu Anda memilih "keranjang" yang benar yang mengandung jawabannya; 5) Tataplah orang pada matanya dan berikan jawaban dengan penuh percaya diri.

Adegan XVI: Pakailah Pakaian yang Sesuai

1) Berpakaianlah seperti posisi pemimpin yang Anda idam-idamkan, bukan untuk posisi yang sekarang Anda duduki. Pemimpin besar beerpakaian sedikit lebih baik dari pada orang lain yang Adan di ruangan. Ingat, ketika Jobs mencari pendanaan dari bank, ia memakai jas yang mahal.

2) Kenakan pakaian yang sesuai dengan budayanya. Jobs dapat diterima orang dengan menggunakan kaos hitam berleher panjang, blue jeans, dan sepatu lari karena segalanya mengenai mereknya dibangun dari konsep untuk menghancurkan status quo.

3) Jika Anda ingin mengenakan pakaian seperti pemberontak, berpakaianlah seperti pemberontak kaya. Jobs memakai St. Croix. Mungkin tampaknya hanya seperti t-shirt hitam biasa tapi paling tidak ia mengeluarkan banyak uang untuk membeli. Sweater turtleneck a la Steve Jobs berharga USD 215 pada website resmi St. Croix.

Adegan XVII: Buang Naskahnya

1) Jangan membaca dari catatan kecuali dalam situasi khusus dimana Anda harus mengikuti proses tahap demi tahap, seperti dalam demonstrasi.

2) Ketika Anda harus membaca dari catatan, buatlah tidak lebih dari tiga atau empat poin bullet dengan ukuran huruf yang besar pada sebuah kartu catatan atau selembar kertas. Buatlah satu kartu catatan per slide. Jika Anda memakai catatan pembicara dengan perangkat lunak presentasi seprti Keynote atau PowerPoint, buatlah poin-poin bullet Anda tidak lebih dari tiga atau emapt. Akan jauh lebih baik jika hanya satu saja.

3) Gunakanlah elemen visual dalam slide Anda untuk memberikan Anda petunjuk dalam penyampaian satu tema penting presentasi--satu pesan utama--per slide.

Adegan XVIII: Nikmatilah

1) Perlakukan presentasi sebagai "infotainment". Audiens Anda ingin diberi pengajaran dan hiburan. Nikmatilah. Kegembiraan itu akan terpancar.

2) Jangan pernah meminta maaf. Anda tidak akan memeroleh keuntungan apa-apa dengna menarik perhatian orang lain pada persoalan. Jika presentasi Anda mengalami sedikit masalah, akui saja, tersenyum dan lanjutkan. Jika masalah ini tidka diketahui orang kecuali diri Anda, jangan tarik perhatian ke arah itu.

3) Ubahlah kerangka referensi anda. Ketika berjalan tidak sesuai rencana, kejadian itu "tidak salah" kecuali Anda mengizinkannya untuk merusak sisa presentasi Anda. Tetap pertahankan gambaran besarnya di benak Anda, nikamtilah, dan bairkan hal-hal yang remeh tersebut menggelinding ke belakang. Tonton video bloopers presentasi Steve Jobs di bawah ini, perhatikan bagaimana dia melakukan poin-poin yang dijabarkan di atas saat terjadi masalah di panggung.

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *