How To Build A Billion Dollar App: Bagian 1

Spesifikasi Buku How To Build A Billion Dollar App

Penulis: George Berkowski

Penerbit: Penerbit Gemilang

Tempat/Tahun Terbit: Jakarta/2017 (Cetakan 2); -/2016(Cetakan 1)

ISBN: 978-602-71503-7-9

Jumlah Halaman: 580 (Incl. Cover)

Cover: Paperback

Dalam buku ini George Berkowski memberikan panduan (tidak baku) tentang bagaimana membuat bisnis aplikasi mobile yang bernilai jutaan dolar. Buku ini ditulis berdasarkan pengalamannya membesut sebuah aplikasi besar, Hailo. Aplikasi ini berfungsi untuk menghubungkan taksi dengan calon pelanggannya (mirip dengan Uber yang sekarang lebih terkenal dari Hailo di Indonesia). Buku ini sangat cocok bagi siapapun yang ingin belajar tentang dunia tech-startup, baik bagi pelaku usaha di bidang ini (yang telah memiliki pengalaman maupun belum), dosen dan pengamat. Saya sendiri adalah pelaku usaha dibidang ini dengan bendera perusahaan Imperio Teknologi Indonesia. Saya suka buku ini karena memberi saya pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana membangun aplikasi B2C (Business to Customer) yang menjual, karena selama ini saya bermain di aplikasi B2B (Business to Business). Untuk melengkapi buku ini, beliau membuat website yang berisi tentang segala sumber daya yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi jutaan dolar, yaitu http://mybilliondollarapp.com/.

Buku ini sangat tebal, terdiri dari 39 bab (7 bagian besar). Oleh karena itu, saya akan membagi posting blog tentang buku ini kedalam 6 bagian. Bagian 1 ini meliputi 2 bagian besar dari buku ini (4 bab: Bagian I dan Bagian II), bagian 2 meliputi 1 bagian besar dari buku ini (8 bab: Langkah 1), bagian 3 meliputi 1 bagian besar dari buku ini (7 bab: Langkah 2), bagian 4 meliputi 1 bagian besar dari buku ini (8 bab: Langkah 3), bagian 5 meliputi 1 bagian besar dari buku ini (8 bab: Langkah 4) dan bagian 6 meliputi 1 bagian besar dari buku ini (4 bab: Langkah 5). Bagian 1 ini meliputi bagian besar tentang Berpikir Besar, Perjalanan dan App Sejuta Dolar. Ketiga bagian besar ini (Bagian I, Bagian II dan Langkah 1) menggambarkan tentang kerangka pikiran dasar untuk membangun sebuah app yang menjual, apa yang harus dilakukan di masa-masa awal membangun app, mencari co-founder dan karyawan-karyawan awal, mendapatkan pendanaan dan dokumen-dokumen legal yang harus diperhatikan. Berikut ini poin-poin penting dari ketiga bagian besar tersebut:

Bagian I: Berpikir Besar

Bab 1 - Pandangan Dari Dalam, hal. 15: George kecil adalah seorang anak yang tidak terlalu banyak melakukan aktifikas fisik. Dengan pesimis ayahnya menyuruhnya mencari sebuah pekerjaan sampingan di musim panas saat beliau berumur 13 tahun. Tantangan ayahnya diterima, dan pada akhirnya dia mendapatkan sebuah pekerjaan sampingan sebagai pelayan di sebuah restoran dengan hitungan jam tanpa menunjukan CV-nya. Beliau mendapatkan pekerjaan tersebut dengan cara: Uji pekerjaan saya sekarang, dan jika Anda tidak suka, Anda tidak usah membayar saya. (Hal ini memberikan pelajaran penting bahwa buktikan pekerjaan Anda memang bagus sebelum meminta bayaran yang tinggi. Yang mana, hal sebaliknya banyak terjadi belakangan ini di kalangan fresh graduate di Indonesia terutama dari lulusan universitas negeri bergengsi.)

Bab 1 - Pandangan Dari Dalam, hal. 16: "... menepis ketakutan menanyakan sesuatu selalu mengalahkan peluang kamu mendengar kata tidak sebagai jawabannya."

Bab 1 - Pandangan Dari Dalam, hal. 19: 2 hal yang semua pebisnis besar ketahui: 1) Fokus pada apa yang diketahui; 2) Untuk membangun sesuatu yang besar Anda perlu mengacak-acak dan menciptakan kembali layanan yang jutaan orang di seluruh dunia gunakan setiap hari.

Bab 1 - Pandangan Dari Dalam, hal. 23: "Di kebanyakan kota--karena skala Hilo--perusahaan ini mampu menegosiasikan kesepakatan-kesepakatan besar, baik dengan perusahaan telepon pintar maupun paket pulsa atas nama pengemudi. Ini benar-benar telah menjadi poin jual ke para pengemudi yang berpikir untuk ikut Hailo karena mereka kini bisa mendapatkan telepon yang lebih baik, lebih murah dan dengan paket yang lebih baik." (Hal yang serupa juga telah dilakukan oleh Uber, Gojek dan Grab di Indonesia.)

Bab 2 - Genetika Mobile, hal. 34: Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan bagaimana pengguna telepon pintar menghabiskan waktunya untuk menggunakan perangkatnya.

diagram_user_behaviour

Bab 2 - Genetika Mobile, hal. 35-37: Ada 4 arus pendapatan yang dapat dimanfaatkan oleh para pemain mobile app: 1) Premium App, 2) In-App Purchase (Freemium App), 3) Pembayaran yang disediakan oleh aplikasi e-commerce di dalam app-nya, 4) Pendapatan dari iklan pada free app. Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan pendapatan yang dihasilkan oleh para pemain di ekosistem mobile.

diagram_pendapatan

Bab 2 - Genetika Mobile, hal. 39: App membuat kita merasa nyaman. Ada 4 alasan besar pengguna  telepon pintar menggunakan suatu aplikasi: 1) Terkoneksi, 2) Merasa senang, 3) Ingin tahu/tertarik, 4) Merasa produktif. Berikut ini adalah grafik yang menggambarkan tentang alasan para pengguna menggunakan suatu aplikasi:

grafik_alasan_pengguna

Bab 2 - Genetika Mobile, hal. 43-44: 3 alasan kenapa native app lebih baik dari pada web app: 1) Native app dapat bekerja lebih baik karena dapat langsung berkomunikasi dengan sistem operasi telepon pintar; 2) Pengalaman pengguna pada native app dapat diatur lebih mudah karena tidak seperti pada web app yang pengalaman penggunanya bergantung pada web browser yang memprosesnya; 3) Saluran untuk monetisasi lebih banyak dan mudah.

Bab 3 - Ide Miliar Dolar, hal. 53: Mulailah dengan masalah yang besar.

Bab 3 - Ide Miliar Dolar, hal. 57-58: Satu pendekatan untuk menyodorkan satu ide besar adalah memahami apa yang orang suka melakukannya, dan apa yang dibutuhkan orang untuk melakukannya. Ada 67 hal universal dalam daftar yang unik pada manusia: pertambahan usia, olahraga, perhiasan, kalender, kebersihan, latihan, organisasi masyarakat, memasak, pekerja kooperatif, kosmologi, hubungan asmara, menari, seni dekoratif, ramalan, tafsir mimpi, pembagian kerja, penddikan, eskatologi (apa yang terjadi pada akhir dunia), etika, etnobotani (hubungan antara manusia dan tumbuhan), etiket, penyembuhan keyakinan, pesta keluarga, pembuatan api, cerita rakyat, pantangan makanan, ritual pemakaman, permainan, bahasa tubuh, pemberian hadiah, pemerintahan, salam, memanggil taksi, tata rambut, keramahtamahan, rumah, kesehatan, pantangan inses, aturan warisan, bercanda, kekerabatan, kelompok, penamaan keluarga, bahasa, hukum, takhayul nasib, sulap, pernikahan, sanksi hukuman, nama diri, kebijakan populasi, perawatan pasca kelahiran, hak-hak properti, kepercayaan pada makhluk supranatural, pubertasm ritual keagamaan, aturan tempat tinggal, batasan-batasan seksual, konsep jiwa, diferensiasi status, operasi, pembuatan alat, perdagangan, kunjungan, kendali cuaca, tenun. Jika ide ada beresonansi pada satu atau beberapa hal universal tersebut, Anda akan memaksimalkan daya tarik pada aplikasi Anda. Tidak semua hal universal tersebut dapat mengarahkan ide aplikasi Anda kepada nilai miliaran dolar, tetapi memecahkan salah satu hal universal dapat bernilai jauh lebih besar dibandingkan memecahkan suatu masalah pada suatu lokasi geografis.

Bab 3 - Ide Miliar Dolar, hal. 59-65: Tomi Ahonen dalam Mobile Almanac mengungkapkan bahwa rata-rata orang mengengok telepon pintarnya 150 kali dalam sehari dengan rincian sebagai berikut: berkirim pesan 23 kali, melakukan panggilan suara 22 kali, menengok jam 18 kali, memainkan musik 13 kali, bermain game 12 kali, membuka media sosial 9 kali, menggunakan alarm 8 kali, menggunakan kamera 8 kali, membacar berita dan pemberitahuan 6 kali, membuka kalender 5 kali, melakukan pencarian data di dalam perangkat (bukan pencarian online) 3 kali, menjelajah internet 3 kali, mengisi ulang daya perangkat 3 kali, membuka voicemail 1 kali, melakukan aktifitas lainnya 10 kali.

Bab 3 - Ide Miliar Dolar, hal. 68: Berikut ini adalah diagram yang menunjukan jumlah banyaknya penduduk suatu negara yang suka berbagi secara online.

diagram_pengguna_negara

Bab 3 - Ide Miliar Dolar, hal. 68-76: Ide aplikasi yang bagus harus baru, inovatif dan menghebohkan. Ide yang heboh adalah ide yang sulit untuk ditiru. Daya tarik masal adalah komponen inti dari kehebohan berjangkauan luas. Aplikasi-aplikasi yang menghebohkan (dan bernilai miliaran dolar) adalah aplikasi yang memegang teguh prinsip kesederhanaan. Penting untuk diingat bahwa hal-hal yang terlihat sederhana sering kali susah untuk dieksekusi. Contohnya WhatsApp (mereka benci iklan tetapi masih dapat bernilai $16 miliar saat diakuisisi oleh Facebook), Snapchat (Anonimitas yang bernilai mahal, mereka bernilai $800 juta pada tahun 2013), Angry Birds (game yang memang dirancang untuk telepon pintar dengan layar sentuh, Rovio bernilai miliaran dolar gara-gara populeritas game ini), Square (sebuah perusahaan yang memudahkan jutaan pedagang kecil menerima pembayaran dengan kartu kredit, pada tahun 2013 mereka telah memproses transaksi miliaran dolar).

Bagian II: Perjalanan

Bab 4 - Berat Berdarah-darah, hal. 81-82: Perkiraan dalam 1 tahun ada 6.000 perusahaan yang didanai (di Amerika). Jadi antara 2004-2014 ada 60.000 perusahaan. 0.07% (sekitar 42 perusahaan) mencapai valuasi miliaran dolar.

Bab 4 - Berat Berdarah-darah, hal. 84: Kegagalan perusahaan Anda bukanlah kegagaln dalam hidup. Kegagalan dalam hubungan (antar manusia) Anda itulah yang dinamakan kegagalan.

Bab 4 - Berat Berdarah-darah, hal. 84-89: Bumbu rahasia miliar dolar: 1) Rata-rata butuh sekitar 7 tahun agar perusahaan mencapai valuasi $1 miliar. Paling lama ada yang membutuhkan 11 tahun dan paling cepat 2 tahun; 2) 5 model bisnis yang berhasil: game, e-commerce, iklan, Saas (Software as a Service), enterprise (model bisnis subscription); 3) Pengalaman itu penting, jarang ada yang sukses luar biasa pada usaha pertama--ini adalah tentang ketekunan; 4) Kebanyakan CEO bertahan pada perusahaan start-up nya dalam jangka waktu yang panjang; 5) Pendidikan memberikan keuntungan, dimana kebanyakan pada pendiri start-up yang sukses adalah lulusan universitas-universitas ternama, disamping pada pendiri yang putus kuliah (Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dll); 6) Lokasi, jika banyak start-up yang dapat mencapai nilai miliar dolar di suatu area, maka itu adalah lokasi yang bagus; 7) Enterprise itu hot; 8) Kebanyakan start-up memiliki IPO (initial public offering) sebagai exit strategy.

Bab 4 - Berat Berdarah-darah, hal. 92-102: Ada sebuah kisah menarik tentang Instagram. Sebuah app berbagi foto dengan 13 karyawan dan tanpa pemasukan satu dolar pun, yang pada akhirnya diakuisisi Facebook seharga $1 miliar. (Bagaimana itu bisa terjadi?) Instagram didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger. Sebelum membuat Instagram, Systrom memiliki sebuah aplikasi check-in mobile dengan opsi foto, bernama bourbn.com pada tahun 2010-an. Systrom tidak memiliki suatu gambaran yang jelas tentang apa yang akan dilakukan pada bourbn.com selanjutnya, sehingga dia memutuskan untuk banting setir dan mengajak Krieger untuk bergabung. Mereka mem-break down bourbn.com dan menemukan sesuatu yang mereka rasa dapat dilakukan, yaitu membalik prinsip dasar bourbn.com, berbagi foto dengan opsi check-in. Ini adalah ide dasar Instagram. Perusahaan itu didirikan pada 6 Oktober 2010, dan dapat menggaet 25.000 pengguna di hari-hari pertamanya. Pada Mei 2011 (sekitar 7 bulan dari hari pendiriannya) jumlah pengguna mereka melonjak menjadi 3,75 juta orang.(Bagaimana mereka membuat pertumbuhan yang begitu pesat?) Dengan pertumbuhan yang pesat ini para pendiri Instagram mengincar pendanaan $7 juta dari Benchmark dengan nilai valuasi perusahaan sekitar $25 juta (Itu artinya Benchmark mendapatkan 28% ekuitas Instagram). Selain Bechmark, beberapa investor lain juga ikut serta, seperti Jack Dorsey, Chris Sacca (Angel Investor) dan Adam D'Angelo. Systrom dan Krieger mengeksekusi Instagram dengan visi terowongan: melakukan 1 hal (berbagi foto) pada 1 platform (iOS). Keadaan memanas bagi Instagram saat Roelof Botha (dari Sequoia Capital) menyatakan minatnya untuk berinvestasi $350 juta pada valuasi perusahaan $500 juta. Hal ini dinilai sangat wajar mengingat pertumbuhan pengguna Instagram yang sangat fantastis (saat versi Andorid mereka diluncurkan, pertambahan pengguna mereka pernah mencapai 5 juta dalam 1 hari). Sebelum tanggal 5 April 2012, Systrom meneken investasi dengan Sequoia Capital sebesar $50 juta. Tanggal 6 April 2012 (jum'at) Systrom dan Zuckerberg mendiskusikan harga final untuk akuisisi Instagram seharga $1 miliar ($700 juta saham Facebook + $300 juta tunai). Tanggal 7 April 2012 (sabtu) mereka berdua mendiskusikan perincian final bersama para pengacara mereka. Tanggal 8 April 2012 (minggu) Zuckerberg memberitahukan keinginannya untuk membeli Instagram kepada para pemegang saham Facebook. Tanggal 9 April 2012 (senin) Facebook mengumumkan akuisisi Instagram kepada publik. Ketika Facebook akhirnya melakukan IPO nilai final akusisi Instagram senilai $736,5 juta karena penurunan harga saham Facebook, tetapi nilai saham Facebook kembali menguat pada hari-hari berikutnya. Akibat akuisisi ini Sequoia Capital diuntungkan (nilai imbalan yang diberikan oleh Instagram kepada mereka tidak diketahui) dan juga Andreessen Horowitz yang berinvestasi $250 ribu pada bourbn.com, mendapatkan imbalan $78 juta (31,000%). Itu terjadi sangat cepat dan mencengangkan.

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *