Getting Past No: Negotiating in Difficult Situations

Spesifikasi Buku Getting Past No

Penulis: William Ury

Penerbit: Bantam Books

Tempat/Tahun Terbit: -/1993

ISBN: 978-0-553-37131-4

Jumlah Halaman: 208 (excl. Cover)

Cover: Paperback

Getting Past No, buku ini berisi tentang bagaimana cara bernegosiasi dalam kolaborasi. Sesuai judulnya buku ini memberikan saran bagaimana mengurangi penolakan yang akan kita dapatkan saat bernegosiasi. Gaya negosiasi yang ditawarkan adalah gabungan dari gaya agresif kompetitif dan kooperatif, yaitu kooperatif agresif. Pertama kali diterbitkan pada September 1993, kemudian direvisi pada tahun 2007. Buku ini adalah sekuel dari Getting to Yes. Berikut ini adalah poin-poin penting dari buku ini:

Kemampuan terpenting dalam bernegosiasi adalah kemampuan untuk menempatkan diri kita pada posisi lawan negosiasi. Kalau kita ingin mengubah pemikirannya, kita harus tahu apa yang dia pikirkan

Sebelum melakukan sebuah pertemuan (meeting), persiapkan diri kita sebaik mungkin. Setelah pertemuan, evaluasi progress kita, adaptasikan strategi kita dengan hasil evaluasi tersebut, kemudian gunakan strategi yang sudah diperbaharui untuk pertemuan berikutnya.

Tujuan bernegosiasi adalah untuk mencari tahu apakah kita dapat memenuhi kepentingan kita dengan lebih baik melalui sebuah perjanjian, dari pada yang kita bisa dapatkan melalui Best Alternative to a Negotiated Agreement.

Memahami apa yang lawan negosiasi kita pikirkan berarti melakukan 3 hal, yaitu dengarkan (listening), akui (acknowledging), setuju (agreeing). Dengarkan apa yang dia katakan, akui poin-poin penting dari perkataannya, setuju dengannya sebisa mungkin.

Ada 5 poin penting untuk menciptakan perjanjian yang memuaskan semua pihak (mutually satisfactory agreement): interests, options for satisfying those interests, standards for resolving differences fairly, alternatives to negotiation, and proposals for agreement.

Diplomasi adalah seni untuk membiarkan lawan negosiasi kita melakukan sesuatu dengan cara kita.

Jika kita perhatikan baik-baik apa yang dilakukan oleh para negosiator ulung, kita akan menyadari bahwa mereka banyak sekali bertanya kepada lawan negosiasinya.

Kemampuan terbaik bukanlah memenangkan 100 pertandingan tanpa kalah sekalipun, tetapi menundukkan lawan sebelum pertandingan dimulai.

Gunakan segenap kemampuan kita untuk membuat lawan negosiasi kita memperhatikan apa yang kita bicarakan. Dari pada mencari kemenangan atas lawan negosiasi (sangat merugikan kepentingan lawan negosiasi), lebih baik mencari hasil yang memuaskan semua pihak.

Jangan abaikan emosi lawan negosiasi kita. Dibalik sikap ofensifnya ada kemarahan, dibalik sikap defensifnya ada ketakutan. Jika kita belum bisa menenangkan emosi lawan negosiasi kita, semua argumen kita (bahkan sampai yang paling rasional sekalipun) tidak akan didengarkan.

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *