Movie Review: Hidden Figures

Hidden Figures dirilis di Amerika pada 23 Desember 2016, bercerita tentang sosok-sosok dibalik keberhasilan misi-misi luar angkasa NASA dari tahun 1960-an sampai misi Apollo II dan pesawat ulang-alik. 3 tokoh utamanya adalah 3 orang matematikawan wanita African-American yang memegang peranan vital di NASA, yaitu Katherine G. Johnson orang yang berperan penting menghitung segala perhitungan yang dibutuhkan sejak misi Mercury sampai Mars, Dorothy Vaughan programmer pertama dan ahli bahasa pemrograman FORTRAN pertama dan Mary Jackson insinyur aerospace pertama.

Ketiga tokoh utama ini awalnya berada di divisi West Computing Group. Sebuah divisi yang berisi wanita-wanita African-American yang berkerja sebagai human computer. Tugas mereka adalah memproses seluruh data dari proyek-proyek yang dikerjakan oleh NACA (pendahulu NASA). Mereka juga ditugaskan secara sementara ke divisi-divisi lain yang membutuhkan human computer secara intensif. Divisi ini dipimpin oleh Dorothy Vaughan sebelum dia dipindahkan sebagai supervisor bagian komputer IBM setelah penghapusan divisi West Computing Group dan keahliannya dalam bahasa pemrograman FORTRAN. Katherine G. Johnson ditugaskan ke divisi Space Task Group untuk sementara, karena pimpinan divisi tersebut, Al Harrison membutuhkan sesorang yang dapat menghitung dengan cepat perubahan-perubahan data dari misil awak NACA, untuk menghitung trajectory, koordinat dan rumus-rumus matematika lainnya yang dibutuhkan agar misil tersebut berhasil membawa awak yang berada di dalamnya meluncur dan kembali ke bumi dengan selamat. Di divisi ini selain dengan Al Harrison, dia juga harus bekerja sama dengan Paul Stafford, yang bertindak sebagai kepala insinyur. Mary Jackson ditugaskan secara sementara untuk membantu para insinyur aerospace mendesain misil awak Mercury 7. Di sana, kepada divisinya, Karl Zielinski, memberikan dukungan kepadanya untuk menjadi seorang insinyur dengan mengambil kuliah di Virginia University.

Pada tahun 1960-an, Amerika masih menganut sistem politik beda warna, yang mendiskriminasi warna African-American. Mereka tidak boleh 1 ruang makan, toilet, bahkan sampai termos air panas untuk menyeduh kopi pun harus dibedakan. Hal ini cukup membuat  Katherine G. Johnson frustasi karena setiap ke toilet dia harus menempuh jarak yang cukup jauh, kemudian dia dimarahi oleh kepala divisinya karena sering tidak terlihat di kantor. Akhirnya, dia mengungkapkan semua kekesalannya gara-gara perlakuan rasial yang diterimanya di hadapan kepala divisi dan rekan-rekan sedivisi lainnya. Hal ini membuat perlakuan rasial mulai dihilangkan di NASA, dimulai dari tidak ada pembedaan toilet untuk orang kulit putih dan African-American. Mary Jackson juga harus berjuang dipengadilan agar diizinkan untuk kuliah di sekolah "orang kulit putih" agar dapat menjadi insinyur aerospace di NASA.

Hidden Figures, film karya sutradara Theodore Melfi ini  bagus sekali. Film ini dapat menceritakan dengan baik kisah orang-orang dibalik layar yang sangat berperan penting pada kesuksesan misi-misi di NASA. Film ini pun diangkat dari kisah nyata, bukan fiksi. Akting para pemerannya pun sangat mendukung. Jim Parsons yang kita kenal sangat konyol di series Big Bang Theory dapat berperan menjadi orang yang sangat serius, walaupun kedua karakter yang dimainkannya memang orang yang jenius. Kevin Costner tidak perlu diragukan lagi aktingnya, karakter yang serius dan berwibawa memang cocok dengannya, seperti di film Jack Ryan: Shadow Recruit dan Batman vs Superman: Dawn of The Justice. Akting Kirsten Dunst juga masih dapat diacungi jempol, kita kenal dia dari aktingnya sebagai Marry Jane di film Spiderman yang dilakoni juga oleh Tobey Maguire. Akting ketiga pemeran film Hidden Figures ini pun tidak usah ditanyakan lagi. Octavia Spencer yang biasa bermain di film komedi pun terlihat sangat serius di film ini.

Saya suka sekali fim-film biopict seperti ini karena sangat menginspirasi. Contoh lainnya, film tentang Steve Jobs, Stephen Hawking, Srinivasa Ramanujan, dll. Apalagi yang membuat film-film ini hebat selain menginspirasi kita untuk menjadi orang hebat juga. Tentang kegigihan bekerja keras yang tak kenal pamrih, yang pada akhirnya akan membawa suatu kesuksesan.

4.5 Stars

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *