Movie Review: Fast & Furious 8

Wow! Akhirnya sekuel ke 8 dari film Fast & Furious telah dirilis. Setelah Universal Studio membuat kita penasaran dengan twist story yang ditampilkan dalam trailer-nya, akhirnya kita bisa lihat mengapa Dom melawan teman-temannya. Dirilis pada tanggal 14 April 2017 yang lalu di Amerika Serikat, film ini menjadi film yang laris manis dengan perkiraan pendapatan yang telah lebih dari $98 juta. Ngomong-ngomong, judul resmi untuk sekuel ke-8 ini adalah The Fate of The Furious, tetapi biar enak kita sebut saja FF8.

 

Fast & Furious 8 masih diisi oleh wajah-wajah lama timnya Dominic Toretto, yang masih sama dengan FF7 (kecuali Brian dan Mia), ada juga Agen Hobbs, dan Owen dan Deckard Shaw, ditambah musuh besar mereka di sekuel kali ini seorang penjahat (dan juga hacker handal) Chiper. Sekuel kali ini benar-benar menghadirkan plot cerita yang dipelintir dari sekuel-sekuel Fast & Furious sebelumnya. "Si Mr. Alpha" Dom yang menjadi jahat, dan mantan-mantan musuh mereka, Shaw brothers, yang jadi membantu tim Dom untuk melawan Cipher dan Dom. Apa yang membuat ceritanya menjadi seperti ini? Spoiler alert! Ternyata Dom memiliki anak laki-laki dengan Elena dan keduanya diculik oleh Cipher agar Dom mau membantunya mendapatkan apa yang diingkannya. Selain itu Shaw brothers memiliki dendam pribadi terhadap Cipher yang telah membahayakan keluarga mereka. Di film ini pun ditampilkan sisi gelap dari hadirnya kendaraan-kendaraan yang dapat menyetir sendiri (self driving car) yang terhubung ke internet. Di ceritakan bahwa Cipher dapat mengambil alih semua kendali mobil-mobil yang memiliki fitur self driving car dari jarak jauh. Ini sangat membahayakan para penumpang yang ada di dalam mobil-mobil tersebut. Dapat ditebak, akhir cerita film ini adalah happy ending, dimana tim Dom dapat mengalahkan Cipher dan menyelamatkan anaknya Dom. Dia memberi nama anaknya Brian, jadi sepertinya kita tidak akan kehilangan sosok karakter Brian pada sekuel Fast & Furious selanjutnya. Dan spoiler alert lagi, Cipher berhasil kabur. Hal ini menguatkan dugaan kita bahwa sekuel FF masih akan berlanjut dan masih akan ada Cipher di sekuel berikutnya.

Sekuel ke-8 ini disutradarai oleh F. Gary Gray, berbeda dari sekuel sebelumnya yang disutradari oleh James Wan. Tetapi penulis ceritanya masih sama, yaitu Chris Morgan dan Gary Scott Thompson. Saya awalnya menduga bahwa cerita pada sekuel ini akan terlihat sangat dipaksakan (memang sedikit terlihat begitu), tapi saya tidak kecewa dengan cerita yang dihadirkannya. Setelah kita dibuat sedih pada FF7 dengan kepergian Brian, kali ini kita kembali disuguhkan dengan adegan-adegan action yang mendebarkan. Walaupun ini telah jauh berbeda dari karakter film Fast & Furious yang terdahulu dimana ceritanya semua tentang balapan mobil liar (di sekuel-sekuel terakhirnya porsi ini telah sangat jauh berkurang). Mobil-mobil yang dipakai masih sangat eye catching dan tentunya mahal-mahal (ciri khas film Fast & Furious yang tidak hilang sampai sejauh ini). Soal akting para pemainnya tidak ada yang perlu diragukan lagi, sudah teruji selama 7 sekuel film sebelum ini. Sedikit kritikan untuk film ini adalah adegan Hobbs dan Deckard yang keluar dari penjara dengan berantem dan berbagai keriuhan yang terjadi di dalam penjara, mengingatkan saya pada adegan agen Hunt yang keluar dari penjara dengan cara yang serupa dalam film Mission Impossible Ghost Protocol. After all, I still love this movie!

4.5 Stars

Share this post to the world:
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinFacebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *